You are currently browsing kotakita's articles.
dengan nama Allah, Rabb kami yang maha besar dan pemberi karunia pemikiran kami.
saya percaya kalau islam adalah rahmatan lil alamin, artinya islam ada untuk menjadi cahaya bagi seluruh umat manusia di dunia tidak terkecuali. termasuk mereka yang tidak sepaham dengan kita. kehadiran islam membuka cakrawala baru dalam dunia. kehadiran islam harus menaungi seluruh kehidupan di bumi ini, karena hanya di bawah pemerintahan islam saja dunia ini bisa hidup dengan damai dan adil, terlepas dari dominasi penguasa yang dzalim.
menurut saya, dalam skala kecil kita dapat menerapkan konsep diatas di kehidupan kita sehari-hari. setiap dari kita, muslim harus dapat menerapkan islam dalam bidang kita masing-masing. karena hanya islam lah jalan keluar terbaik, dan kita harus senantiasa berpegang kepadanya. semua usaha kita dalam mencari sistem lain di luar islam hanya berputar2 dan kemudian akhirnya malah menguatkan apa yang tertulis dalam al-Quran. akan tetapi kita tidak boleh lantas menjadi pasif dan menjadi kontra-creative, kita berpikir keras untuk mengekstrak ilmu-ilmu dan ajaran mulia yang terdapat dalam al-Quran untuk kemudian di terapkan dalam disiplin ilmu kita.
Read the rest of this entry »
Pada diskusi-diskusi oleh arsitek-arsitek ternama sebelumnya kita dapat memperhatikan kesamaan dari presentasi yang mereka sampaikan, mereka berusaha untuk membuka mata kita tentang masa depan. Mereka selalu berpikir secara jangka panjang kedepan, memperkirakan tren yang mungkin akan muncul pada tahun-tahun kedepan dengan memperhatikan kecenderungan yang ada pada saat ini.
Lebih jauh lagi pada video presentasi dari mvrdv, mereka bahkan berusaha untuk memprediksikan perubahan iklim yang ada pada lima puluh sampai seratus tahun kedepan. Dan menerapkan kecenderungan tersebut pada karya arsitekturnya.
Sejauh apa yang saya lihat dan perhatikan dari diskusi-diskusi di kampus dan forum-forum diskusi di internet, saat ini umat islam terlalu sibuk untuk merunut jati diri arsitektur islam dengan melihat jejak kebelakang. Kita sudah terlena dengan bayang-bayang kejayaan dunia islam di waktu lampau, sehingga tidak siap untuk menghadapi masa depan.
Read the rest of this entry »
Kondisi sosial ekonomi masyarakat yang tinggal di perdesaan pada umumnya masih tertinggal jauh dibandingkan mereka yang tinggal di daerah perkotaan. Hal ini merupakan konsekuensi dari perubahan ekonomi dan proses indutrialisasi, dimana investasi ekonomi oleh swasta maupun pemerintah cenderung terkonsentrasi di daerah perkotaan. Selain itu kegiatan ekonomi yang dikembangkan di daerah perkotaan masih banyak yang tidak sinergis dengan yang dikembangkan di daerah perdesaan. Akibatnya, peran kota yang diharapkan dapat mendorong perkembangan perdesaan, justru memberikan dampak yang merugikan pertumbuhan perdesaan.
Oleh karena itu, dalam konstelasi kota-kota dewasa ini, semestinya kawasan perdesaan semakin diperhitungkan keberadaannya. Daripada menganggap desa dan kota sebagai suatu dikotomi, akan lebih sesuai untuk menjelaskan desa-kota sebagai sebuah fenomena yang bertautan, di mana masyarakat di dalamnya secara bersama memecahkan masalah kemiskinan, perkembangan ekonomi, dan lingkungan yang berkelanjutan.
Kota diklaim sebagai magnet kuat dari ekspektasi akan penghidupan yang lebih layak. Bayangkan, setiap harinya penduduk perkotaan di dunia bertambah 180.000 orang. Dan diperkirakan pada tahun 2030, 60 persen penduduk dunia hidup di perkotaan. Ya, urbanisasi telah menjadi masalah laten perkotaan yang sangat kuat dan tak terelakkan. Parahnya, pertumbuhan arus migrasi yang tinggi ini tidak diikuti oleh kesiapan daya dukung lingkungan menerima beban tambahan penduduk. Ketimpangan ini menimbulkan problematika sosial dan lingkungan yang kompleks, meskipun harus diakui pula bahwa penduduk migran telah ikut berpartisipasi membangun kota.
Akan lebih arif jika kita mempertimbangkan dua sisi karakter kota secara bersama-sama, seperti yang diungkapkan oleh Menteri Negara Perumahan Rakyat Muhammad Yusuf Asy’ari bahwa pada satu sisi, dengan skala ekonomi, aglomerasi penduduk, dan diversifikasi produksinya, kota berfungsi sebagai katalis bagi perkembangan nasional. Namun, di sisi lain, pola konsumsi dan besarnya sumber daya alam yang diserap kota telah mengancam keseimbangan ekosistem.
kampus kita adalah kampus yang tidak manusiawi. kenapa? karena kampus kita dibangun untuk mobil dan kendaraan bermotor bukan untuk manusia berjalan.kalau akan berjalan kita akan selalu dirisaukan oleh kendaraan bermotor yang dapat saja tiba-tiba lewat dan mengancam nyawa kita. seringkali pejalan kaki diabaikan dan dilecehkan karena tidak memiliki jalur pedestrian yang terpisah dari jalan raya. pejalan kaki selalu dikalahkan dengan kendaraan bermotor.
tidak sedikit mahasiswa uns yang berjalan kaki untuk mencapai tempat yang ditujunya di dalam kampus. hal ini tidak hanya terkait dengan kemampuan mahasiswa dalam membeli motor, tapi lebih dari itu. dengan menyediakan pedestrian yang nyaman akan mendorong mahasiswa untuk berjalan kaki menuju kampus. hal ini akan mengurangi jumlah kendaraan bermotor yang berlalu lalang setiap harinya di jalan raya. dengan demikian polusi udara dapat diminimalisir dan mengurangi konsumsi bahan bakar minyak, sesuai dengan konsep sustainable development.
Read the rest of this entry »

Komentar Terakhir