Ada pendapat yang mengatakan bahwa ajaran Islam tidak menggariskan ketentuan-ketentuan tertentu tentang bangunan. Tentang penggunaan kubah atau menara adzan (minarets) tidak lebih dari sekedar penyelesaian struktural.
Namun kita juga meyakini bahwa Islam adalah agama yang bersifat syumuliah yaitu bersifat menyeluruh, selama ini kita meyakini bahwa Islam merupakan agama yang sesuai dengan fitrah manusia. sistem dalam islam adalah lengkap dan sempurna, dari aspek ekonomi, hukum dan sosial serta etika tidak luput dari aturan Islam.
Lalu kenapa kita terburu-buru mengatakan bahwa arsitektur islam itu tidak ada?
Pengertian::
Secara pribadi saya mengkategorikan arsitektur islam menjadi dua kategori
Arsitektur islam adalah arsitektur yang berangkat dari konsep pemikiran islam. Inti dari ajaran islam adalah Al-Qur’an dan Al-Hadist, dengan demikian dapat ditarik kesimpulan bahwa Arsitektur islam juga memiliki inti yang sama. Dalam kategori ini arsitektur islam yang dimaksud tidak terkait atau terikat dengan suatu zaman atau periode tertentu atau kaum tertentu, jadi dapat dikatakan arsitektur islam adalah abadi dan borderless atau tidak terbatas pada daerah tertentu, bagi kaum tertentu.
arsitektur islam sebagai cerminan budaya sosio cultural ummah (masyarakat islam) yang tengah berkembang pada periode waktu dan tempat yang tertentu (selanjutnya kita sebut arsitektur budaya islam). ada beberapa faktor yang mempengaruhi corak arsitektur bidaya islam diantaranya periode kebudayaan, teknologi, dan iklim setempat. islam telah mengalami banyak periode kebudayaan. Disaat Islam masih baru berkembang di Arab, kebudayaan arab banyak memberikan corak dalam arsitektur islam, kemudian ketika kekhalifahan menguasai Andalusia, corak kebudayaan setempat turut memberikan warna pada arsitektur islam. demikian pula ketika islam berkembang di daerah daerah lain di seluruh dunia, Indonesia contohnya sintesa dengan budaya jawa melahirkan corak arsitektur yang berbeda pula. Begitu pula dengan pengaruh letak geografis dan iklim pada bangunan arsitektur islam setempat. Di Arab bangunan menggunakan dinding yang tebal dan bentuk yang relative sederhana (kotak) ini adalah proses adaptasi terhadap iklim gurun yang memiliki perbedaan temperatur yang sangat ekstrim antara waktu siang dan malam harinya. Lain di Arab lain pula di Asia Tenggara, untuk mengantisipasi air hujan rumah-rumah menggunakan atap miring untuk mengalirkan air hujan. Bukaan-bukaan yang besar untuk mengalirkan udara ke dalam ruangan. Dsb.
Jadi meskipun ada pendapat yang mengatakan bahwa kubah bukan merupakan bagian dari syariat, namun kita harus dapat tetap menghargai dan tidak menolak mentah-mentah penggunaan kubah. Karena bagaimana pun juga hal tersebut telah menjadi warisan dari kebudayaan islam. dan sedikit banyak telah menjadi salah satu identitas dari arsitektur budaya islam.
Lalu apa yang sebenarnya kita cari?
Islam adalah agama rahmatan lil alamin, rahmat bagi sekalian alam. Seorang muslim harus dapat menjadi lentera yang dapat menyinari sekitar nya. Begitu pula dengan konsep islam, konsep islam dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari masyakat kita. Islam juga mengatur hubungan untuk saling menghormati dengan penganut agama lain dan menjamin kepentingannya.
Terkait dengan bidang arsitektural, menurut saya konsep arsitekur islam tidak hanya terbatas pada bangunan-bangunan yang bersifat religius daja tetapi dapat pula diterapkan di bangunan-bangunan lainnya seperti fasilitas umum. Dengan mengangkat isu isu syariah yang berkaitan dengan aspek dari kegiatan masyarakat di tempat tersebut.
Sebagai contoh sebuah pasar, islam tidak mengatur secara eksplist tentang bagaimana seharusnya pasar harus dibangun, kelengkapan apa saja yang harus ada dalam sebuah pasar, atau corak-corak arsitektural apa yang harus ada dalam sebuah pasar. Tapi disamping itu Islam mengatur dengan lengkap tentang adab jual beli, prinsip-prinsip perdagangan, keadilan dsb. Nah dari prinsip-prinsip tersebut kita rumuskan suatu konsep yang dapat mengarahkan masyarakat menuju kepada prinsip-prinsip tersebut.
Dari sini kita belajar untuk menerapkan konsep arsitektur yang mempengaruhi prilaku. Dengan desain yang kita suguhkan, diharapkan dapat membimbing masyarakat untuk berprilaku yang sesuai dengan tuntunan Al-Qur’an dan Al Hadits.
Memang hal ini membutuhkan kerja keras yang masih panjang. Masih banyak tempat yang tersedia untuk mengkaji literatur islam terutama Al-Qur’an dan Al-Hadits untuk kemudian menuangkannya dalam teori-teori arsitektur islam. (arz)

19 comments
Comments feed for this article
Agustus 28, 2007 pada 4:20 am
Helman
Masih terlalu mengambang untuk merumuskan suatu konsep ekstravagans arsitektur islami. Penjelasannya masih berputar-putar pada sudut pandang general. Bukankah dalam metode perancangan arsitektur dijelaskan pula bagaimana menangkap semangat dan filosofi tertentu untuk dituangkan ke dalam bangunan?
Paragraf ketiga dari bawah yang menjadi contoh adalah emang kerangka berpikir metodis yang standar dalam arsitektur.
Tetapi pada akhirnya muncul juga pledoi bahwa ini adalah rentang perjuangan yang masih panjang. Even goal-nya saja masih samar dan tidak terlihat.
Saya masih ada di kisaran bahwa arsitektur seharusnya tidak memposisikan diri sebagai lentera yang sanggup membawa keseimbangan secara total. Arsitektur adalah elemen dan bagian dari substansi pokok untuk mencapai keseimbangan, yaitu islam itu sendiri. Capaian islam itu memang syumuliah atau holistik. Namun arsitektur hanyalah bagian dari itu.
September 4, 2007 pada 7:34 pm
anas
Nggak mudeng arsitektur babar blas, eh mas tukeran mannernya boleh juga, tapi mana dong punyanya situ.
September 12, 2007 pada 1:29 am
herwin nur
arsitektur yang berbasis islami, bisa dimulai dari rumah kita. tata ruang yang menyediakan ruang sholat berjama’ah. km/wc yang sebisa mungkin wc-nya tidak menghadap kiblat. pemakaian warna islami yang didominasi warna hijau, termasuk penghijauan lingkungan. bahkan desain kusen bisa berbentuk lengkungan bak kubah masjid. bagaimana undak-undakan untuk mencapai teras atau masuk kamar tamu pun didesain mirip menuju tempat yang suci, rumah Allah. banyak cara untuk menghadirkan islam secara fisik.
Oktober 13, 2007 pada 4:15 am
Solo "The Spirit of Java"
Selamat Idul Fitri
Ehemm, rasanya kurang mantaf dan mengena kalau blog kita yang beranggotakan cukup banyak anggota ini diam saja menyambut hari kemenangan bagi ummat Islam semuanya. Karena biarbagaimanapun anggota blog ini sebagian besar adalah muslim juga. Setelah sebu…
Januari 7, 2008 pada 2:54 pm
el-muis
Ass.
Bagus blognya, lebih bagus lagi kalo di link balik.
Maret 26, 2008 pada 3:59 pm
Farid Racmansyah
kami mengundang anda untuk berdiskusi tentang arsitektur islam di blog http://www.archirevo.com
April 2, 2008 pada 2:36 am
nurany
Mungkin ada baiknya kita kaji lebih jauh sebutan Arsitektur Islam. Mengingat Islam adalah sebuah nama agama yang cenderung menjelaskan kepercayaan seseorang, apakah tidak lebih tepat kalau kita menggunakan Arsitektur Islami untuk menjelaskan sifat karakter dari arsitektur yang kita maksud.
Dalam sejarah arsitektur di kenal sebutan arsitektur kristen awal, disini sebutan itu menjelaskan masa atau era tertentu bukan arsitektur yang kristiani. Jadi menurut saya perlu lebih dalam kita pahami penggunaan kata Islam disini dalam lingkup apa.
Mei 16, 2008 pada 3:19 am
iqbal
bagus blognya, tapi saya ingin tau lebih terperinci hal-hal yang berhubungan dengan bangunan secara islami….misalnya: bagaimana seharusnya suatu rumah dalam islam, bagaimana ruang tamu dll.
Thank’s klo djawab……assalamualikum w w…..
Juni 19, 2008 pada 5:06 am
Barbecue
Somehow i missed the point. Probably lost in translation
Anyway … nice blog to visit.
cheers, Barbecue.
Juli 14, 2008 pada 1:17 am
pangaraudy
Ada banyak pandangan bagaimana arsitektur di posisikan dalam terminologi Islam.
Pertama, Islam dipandang sebagai konsep, ibarat cahaya yang menyinari. Pada titik ini elemen arsitektur diperlakukan sebagai buah dari ajaran Islam. Islam berhubungan langsung dengan arsitektur. Dalam hal ini islam sebagai unsur universal yang tidak terikat pada lokalitas.
Kedua, Islam dipandang sebagai ajaran yang dianut oleh masyarakat. Implikasi dari bagaimana ajaran itu dilaksanakan oleh masyarakatnya mempengaruhi bagaimana arsitektur terwujud. Arsitektur tidak bersinggungan langsung dengan Islam. Arsitektur bangkit dari komunitas Muslim yang tentunya juga sangat lekat dengan budaya masyarakat setempat.. Dalam hal ini terminologi Islam dalam arsitektur bersifat lokal. Karenannya lebih tepat disebut sebagai “Arsitektur Muslim”.
Namun demikian, kita tidak perlu terjebak pada perdebatan bagaimana arsitektur dimaknai sebagai islami atau tidak. Yang lebih penting adalah bagaimana kita terus berupaya untuk memperkaya pemahaman bagaimana peran Islam dalam arsitektur. Nilai ke-Islaman kita dalam arsitektur dilihat dari apa amaliah yang dapat kita lakukan. Sekecil apapun. Niat, pemikiran dan karya kita yang berorientasi ke-Islaman akan menjadi catatan dalam keberlangsungan hidup kita. Bahwa seluruh hidup kita dicurahkan hanya untuk Islam.
Saya sedikit menulis bagaimana al-Qur’an sebagai inti Islam menginspirasi dalam seni [termasuk arsitektur].
September 20, 2008 pada 2:54 am
vivioke
Bagus juga artkel anda, saya tunggu artikel anda berikutnya.
http://rumah-instan.com/islam/arsitek-islam-dan-visinya.html
Oktober 30, 2008 pada 4:07 am
bondan
Idiologi hidup>>Islam
^
hidup sesuai dengan MAUNYA Yang Menciptakan
(membungkam hawa nafsu dalam menterjemahkan MAUNYA Yang Menciptakan)
^
Apapun…
^
Arsitektur
^
dalam rangka
1. Abdi
2. Kholifah
^
penerapan di tengah budaya
budaya>>pemikiran+hawa nafsu
^
pemikiran yang tunduk pada wahyu
pemikiran yang jauh dari hawa nafsu
(hawa nafsu yang tidak terbimbing wahyu PASTI MENUJU KERUSAKAN)
^
Membangun hidup (berarsitektur) tanpa Islam
=
Membangun KERUSAKAN
!!!!!!!!!!!!!!!!!!
Nopember 7, 2008 pada 4:01 pm
heru
islam? arab kali?
Desember 16, 2008 pada 4:59 am
sekar
nggak mudheng mas
Februari 7, 2009 pada 3:31 am
sayidan
bagus q boleh minta buat TA ya?
Februari 10, 2009 pada 11:10 am
auriza
maksudnya kamu pengen make artikel ini buat TA kamu? oh boleh silahkan, Alhamdulillah, saya akan sangat merasa terhormat, hehe. nanti kalo bisa tetep nyantumin sumber nya di daftar pustaka ya. dan kalo ada waktu, setelah TA nya jadi, boleh dong saja dikirimin soft filenya
saya jadi penasaran juga. hehe. btw, saya juga lagi TA ni, pusing.
Februari 7, 2009 pada 3:45 am
Schariev
pemikiran anda sama dengan saya. hanya saja membuat klasifikasinya.
http://schariev.wordpress.com/2009/01/28/klasifikasi-arsitektur-islam/
Februari 19, 2009 pada 2:26 am
Mift
sepakat dengan bung Helman, gagasan mengenai’arsitektur islam’ masih terlalu ngambang atau kalo boleh saya katakan terlalu dipaksakan, saya masih menangkap klo islam hanya dijadikan pemanis fisik bangunan yang terlihat islami misalnya penggunaan kaligrafi dan kubah yang kontroversi. Mengapa harus dinamakan arsitektur islam ketika berkali-kali bermuara pada masijd,dan bagian-bagiannya. Saya lebih setuju jika harus menyebutnya sebagai arsitektur masjid daripada arsitektur islam. Arsitektur adalah bagian dari islam yang kamil itu sendiri, artinya bagaimana kita berasitektur tidak terlepas dari kaidah dari ajaran islam itu sendiri yang diyakini, salah satunya misalnya lebih dikhususkan pada pola peruangan yang tak sebebas barat, dengan tata ruang yang melindungi kehormatan perempuan, itu akan lebih memberi makna pada arsitektur yg mau islami, bukan dilihat apa ia ada ukiran kaligrafi ato tidak, punya kubah ato tidak, bagi saya, sah-sah saja kok masjid tidak pake kubah, ato bentuk rumah seperti apa asal tidak mengandung nilai atau pemahaman yang khas, misalnya ornamen salib di bangunan muslim.
Februari 28, 2009 pada 1:16 pm
istiqomah
terkait arsitektur Islam, memang perlu banyak pengkajian…
tapi bukan berarti kita tidak berusaha menemukannya..
saya tertarik pada tanggapan Rasulullah tentang rumah seorang sahabat yang lapang dan fleksibel(tolong koreksi jika salah) menurut beliau itulah yang terbaik… sementara yang kita pelajari di dunia arsitektur, batas-batas antara ruang adalah sesuatu yang sangat harus diperhitungkan, bagaimana ya konsep arsitektur Islam itu sendiri jika kita masukkan pada setiap desain kita bukan hanya ketika mendesain mesjid atau semacamnya…ini PR untuk kita bersama, mengembalikan kejayaan Islam, salah satunya dengan ilmu arsitektur yang kita miliki…