kampus kita adalah kampus yang tidak manusiawi. kenapa? karena kampus kita dibangun untuk mobil dan kendaraan bermotor bukan untuk manusia berjalan.kalau akan berjalan kita akan selalu dirisaukan oleh kendaraan bermotor yang dapat saja tiba-tiba lewat dan mengancam nyawa kita. seringkali pejalan kaki diabaikan dan dilecehkan karena tidak memiliki jalur pedestrian yang terpisah dari jalan raya. pejalan kaki selalu dikalahkan dengan kendaraan bermotor.

tidak sedikit mahasiswa uns yang berjalan kaki untuk mencapai tempat yang ditujunya di dalam kampus. hal ini tidak hanya terkait dengan kemampuan mahasiswa dalam membeli motor, tapi lebih dari itu. dengan menyediakan pedestrian yang nyaman akan mendorong mahasiswa untuk berjalan kaki menuju kampus. hal ini akan mengurangi jumlah kendaraan bermotor yang berlalu lalang setiap harinya di jalan raya. dengan demikian polusi udara dapat diminimalisir dan mengurangi konsumsi bahan bakar minyak, sesuai dengan konsep sustainable development.

misalnya suatu ketika kehabisan bensin atau malas menggunakan motor, mahasiswa akan dengan senang hati menggunakan pedestrian. karena pedestrian dapat menawarkan hal-hal yang tidak didapatkan ketika mengendarai motor. sembari berjalan di pedestrian kita mendapatkan space ekstra untuk menggobrol atau sekedar menikmati proses menuju kampus. sesuatu yang sudah jarang didapatkan ketika mengendarai motor yang serba cepat.

dari segi sosial, pengolahan jalur pedestrian ini dapat menghidupkan kampus uns. orang-orang yang berolah raga pada pagi atau sore hari akan mendapatkan tempat yang lebih nyaman. disamping itu, kampus di uns hanya hidup dan memiliki aktivitas pada jam-jam kuliah saja. selebihnya mahasiswa lebih memilih untuk menghabiskan waktunya di luar kampus. pengolahan ini diharapkan dapat menghidupkan kampus, sehingga mahasiswa akan merasa lebih homy di kampus sama halnya seperti di rumah mereka sendiri.

keuntungan lain yang dapat diperolah dari pengolahan jalur pedestrian ini adalah pembudayaan kebiasaan berjalan kaki. dari segi kesehatan, manusia membutuhkan sekurang2nya 10 menit dari setiap harinya untuk berjalan kaki, maka dari itu keberadaan pedestrian ini juga memberikan efek samping yang tak kalah besar dari segi kesehatan.

satu lagi, dari segi ekonomi, pedestrian yang baik dapat menghidupkan potensi ekonomi didalam kampus. seperti kita semua ketahui setiap program dari pemecahan masalah pasti terkendala pada masalah pendanaan. kalaupun nantinya berhasil terbangun, dalam waktu berjalan pasi terkendala kembali pada pemeliharaan. dengan memberdayakan potensi ekonomi yang terbangun dari pengolahan pedestrian di kampus, diharapkan hasil yang diperoleh dapat digunakan untuk membiayai pemeiliharaan dari jalur pedestrian itu sendiri.

yang kita perlukan saat ini adalah pemangku kekuasaan kampus dapat lebih memperhatikan hal-hal seperti ini. tidak hanya terjebak pada program-program yang menggunakan pos dana yang besar tapi manfaatnya tidak terasa sampai ke masyarakat grass root kampus. [AS]